Wednesday 24 January 2018, 05:18:47

FAQ Listrik Surya di Perumahan

Q: Saya di rumah berlangganan listrik 900 Watt, berapa harga untuk memasang listrik surya atap?
A: Informasi yang Anda sediakan kurang lengkap. Untuk mengetahui berapa harga listrik sistem surya grid-tied (yang tersambung ke jaringan PLN) setidaknya diperlukan 3 buah informasi, yaitu daya langganan, energi yang digunakan dalam satu hari, dan jaringan listrik terpasang (1 fasa atau 3 fasa).

 

Q: Bagaimana saya mengetahui energi yang digunakan per-hari?
A: Ada 2 cara yang bisa digunakan dalam menghitung pemakaian energi dalam satu hari. Cara paling mudah adalah melihat kWh meter rumah Anda dalam rentang waktu 24 jam. Cara kedua adalah menghitung satu-per-satu energi setiap peralatan listrik, yaitu jumlah watt dikalikan dengan jumlah jam peralatan listrik tersebut menyala. Misalnya Anda memiliki lampu 10 buah lampu LED 5 watt yang menyala selama 5 jam, 1 mesin cuci 250 watt yang menyala selama 1 jam, dan 1 TV LED 70 watt yang menyala selama 2 jam, maka jumlah energi listrik yang Anda gunakan dalam sehari adalah (10x5x5 + 1x250x1 + 1x70x2) = 640 WH (Watt Hour).

 

Q: Kalau begitu, misalnya saya berlangganan listrik 900 Watt dan pemakaian energi per hari adalah 10 kWH. Berapa harga listrik surya yang harus saya bayar?
A: Pertama-tama Anda harus menghitung daya panel surya yang diperlukan. Daya ini nilainya harus kurang dari atau sama dengan daya langganan listrik Anda. Cara menghitung daya panel yang diperlukan adalah: konsumsi energi listrik per hari (dalam WH) / jam efektif sistem surya. Misalnya jam efektif surya di lokasi Anda adalah 4 jam. Maka daya panel yang diperlukan adalah 10000 / 4 = 2500Wp. Karena daya langganan PLN adalah 900W, maka daya panel surya maksimal adalah 900Wp. Harga pemasangan setiap 1000Wp sistem surya atap sekitar Rp 15 juta hingga Rp 30 juta rupiah tergantung jenis alat-alat yang digunakan, installer yang dipilih, dll. 

 

Q: Meteran di rumah saya pra bayar, apakah bisa memasang listrik surya atap?
A: Untuk saat ini PLN belum menyediakan kWh Exim (Export-Import) untuk pengguna listrik pra-bayar. Jika sekarang Anda menggunakan listrik pra-bayar, Anda harus mengganti ke pascabayar untuk penyambungan sistem listrik surya grid-tied.

 

Q: Apakah saya bisa menjual listrik ke PLN?
A: Anda tidak dapat menjual listrik ke PLN, tetapi Anda dapat menyalurkan kelebihan produksi listrik surya Anda ke PLN. Kelebihan listrik ini akan disalurkan melalui kWh meter, atau disebut juga dengan kWh Exim (Export-import) yang disediakan oleh PLN. Jumlah listrik yang Anda salurkan tercatat oleh meter sebagai deposit kWh untuk bulan berikutnya, dengan tetap membayar rekening minimum selama masih tersambung dengan jaringan listrik PLN (jumlah jam beban tersambung listrik PLN X kWh daya : 1000 X Rp per kWh daya + Pajak Penerangan Jalan Umum).

 

A: Apakah atap rumah saya akan rusak kalau dipasang panel surya?
Q:  Dua isu yang sering dikhawatirkan oleh pengguna panel surya adalah 1) apakah panas yang terakumulasi pada panel akan menembus atap rumah? Panas yang terkumpul pada panel akan menjadi masalah jika dibawah panel tidak diberikan perlindungan yang tepat. Temperatur di celah antara panel dan atap justru cenderung lebih dingin dibandingkan temperatur akibat penyinaran langsung matahari. 2) apakah berat panel akan membuat atap rusak setelah waktu tertentu? Rata-rata panel surya berikut sistem rak yang dimilikinya memiliki berat 10-20 kg per meter persegi, yang mana berat ini masih masuk batas berat yang bisa ditanggung oleh atap rumah. Secara umum, pemasangan yang tepat tidak akan menimbulkan masalah bagi atap rumah Anda. Penetrasi rak ke dalam atap rumah Anda tidak akan merusak atap rumah jika dilakukan dengan benar. Namun, sebelum Anda memasang PV, pastikan installer Anda memiliki pengetahuan tentang atap rumah dan tanyakan metode yang akan digunakan installer dalam memasang panel di atap rumah Anda.